Kamis, 05 Januari 2012

Literatur Kematangan Gonad

          Gonad merupakan organ reproduksi pada ikan  yang menghasilkan sel kelamin, terletak dikiri kanan gelembung renang, di bawah vertebrae dan diatas saluran ppppencernaan dengan jumlah sepasang. Perkembangan gonad di dalam tubuh ikan dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas makanan serta factor lingkungan, misalnya suhusaat gonad berkembang. Saat matang gonad ikan akan mengalami pertambahan berat yaitu 10-15 % pada ikan jantan, 15-25% pada ikan betina dan pada ikan ovivar dan ovovivipar sekitar 35-50% (Pulungan, 2006).

          Gonad pada ikan akan mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan organ reproduksi ikan tersebut. Perkembangan gonad ikan dapat menjadi acuan untuk mengetahui kapan ikan akan memijah, lama waktu pemijahan dan frekuensi pemijahan pada ikan selain itu dapat juga diketahui kemungkinan populasi ikan yang akan hidup di perairan (Effendi, 2002).

Gonad dapat mempengaruhi berat badan ikan, pada ikan jantan berat gonad dapat menambah berat ikan sekitar 10-15%, sedangkan pada ikan betina sekitar 15-25%, kecuali pada ikan vivipar dan ovovivipar dapat mencapai 35-50% (Effendi, 2002).

Gonad yang telah matang sempurna dapat menghasilkan telur pada ikan betina dalam jumlah yang berbeda untuk setiap jenis ikan bahkan ikan yang sejenispun akan berbeda jumlah telurnya. Jumlah telur yang terkandung dalam suatu ovari ikan betina yang sudah matang gonad dan akan dikeluarkan pada saat memijah dapat dikatakan sebagai fekunditas (Pulungan et al, 2006).


       Effendi (2002), menyatakan bahawa sel telur siap dibuahi setelah proses vitallogenesis selesai. Telur akan mempertahankan bentuknya selama beberapa bulan tanpa perubahan fase ini dinamakan fase istirahat. Fase istirahat akan berakhir dengan terjadinya ovulasi bila keadaan lingkungan sesuai dengan yang dikehendaki.

Pengamatan kematangan gonad dilakukan dengan dua cara, yang pertama cara histologi dilakukan di laboratorium. Yang kedua cara pengamatan morfologi yang dapat dilakukan di laboratorium dan dapat dilakukan di lapangan. Dari penelitian secara histologi akan diketahui anatomi perkembangan gonad menjadi lebih jelas dan mendetail. Sedangkan hasil pengamatan secara morfologi tidak akan sedetail cara histologi, namun cara morfologi ini banyak dilakukan para peneliti (Effendi, 2002).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar